Alam Takambang

TERKESAN DI KOTA SARUNG

semakin banyak berjalan, semakin banyak pula pengalaman, dan semuanya itu tentunya akan menambah sebuah pengalaman, yang pastinya sangat berkesan, begitupula ketika ku menginjakkan kakiku di kota pasuruan.

Alam  Pasuruan nan Takambang kini menjadi Guru dalam perjalananku kali ini.

Problem Bahasa

Pertama kali tiba di kota pasuruan, diri ini langsung merasa asing, dari segi bahasa, sikap, sampai penampilan yang menjadi ciri khas di kota ini.
Satu kalimat yang ampuh agar kami bisa memulai komunikasi dengan masyarakat disana ketika mereka menyapa kami yaitu "Maaf pak/bu Botten Ngertos bhoso Jowo"  bagi Ibu-ibu ato bapak2 smpi mas2 n mbak2 yang lancar bahasa Indonesia langsung menanggapi kami dan penasaran "sOPo sih kita kok ndak bisa bohoso jowoo?" . 
Yang menjadi masalah kalau bagi Ibu-ibu ato bapak2 smpi mas2 n mbak2 yang tidak lancar berbahasa Indoneia, mereka hanya langsung diam, seraya memandangi kami dengan wajah yang penuh tanda tanya.

sebelum menimbah Ilmu yang berbau dengan ekonomi Islam di Kota Pasuruan ini, terlebih dahulu yang terlintas di benakku adalah harus bisa bohoso jowo, walaupun sekedar kalimat bsa-basi, atau paling tidak mengerti apa yang masyarakat disini katakan.
(masih bersambung)



Ma'af kenyamanan Anda sementara Terganggu
Karena Paragon Site
Masih dalam uji kelayakan Online
[tutup]